USD/CHF Menguat di tengah meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok
USD/CHF menguat mendekati 0,7930 selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa. Pasangan Franc Swiss menguat seiring Dolar AS (USD) melanjutkan pemulihan dua harinya di tengah meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Pada saat penulisan ini, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan 0,12% lebih tinggi mendekati 98,70.
Ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok mereda setelah komentar dari Presiden Donald Trump pada hari Senin mengisyaratkan keyakinan bahwa Washington akan mencapai kesepakatan dengan Beijing. Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Korea Selatan akhir bulan ini. Ini akan menjadi pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak Trump kembali ke Gedung Putih.
Di sisi domestik, harapan akan dibukanya kembali pemerintahan AS setelah tiga minggu penutupan juga telah mendukung Dolar AS. Pada hari Senin, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa penutupan tersebut "kemungkinan akan berakhir minggu ini".
Pekan ini, investor juga akan fokus pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang tertunda untuk bulan September, yang akan dirilis pada hari Jumat. Dampak data inflasi akan signifikan terhadap Dolar AS karena data ekonomi federal utama belum dirilis sejak penutupan pemerintah.
Sementara itu, Franc Swiss (CHF) diperdagangkan secara umum tenang meskipun meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Swiss. Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) mengonfirmasi dalam prospeknya di bulan Oktober bahwa ekonomi hanya akan tumbuh sebesar 1,3% tahun ini, lebih rendah dari rata-rata historis. Lembaga tersebut juga memangkas proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun 2026 menjadi 0,9% dari 1,2% yang diantisipasi sebelumnya, menyoroti hilangnya momentum yang signifikan pada paruh kedua tahun 2025.(CP)
Sumber: Fxstreet