Dolar Goyah, Franc Swiss Ambil Alih
Franc Swiss menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (5/8). USD/CHF turun sekitar 0,18% ke area 0,8078, setelah lemahnya data tenaga kerja Amerika Serikat kembali menekan dolar. Namun, pergerakan pasangan mata uang ini masih terbatas karena pasar menunggu laporan NFP pada Jumat.
Data ADP menunjukkan perusahaan swasta AS hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000 dan melambat dari 98.000 pada Juni. Sementara itu, ISM Services PMI naik tipis menjadi 54,1, tetapi masih di bawah perkiraan 54,5. Komponen tenaga kerja turun ke zona kontraksi, menambah indikasi bahwa momentum perekrutan mulai melemah.
Sentimen dolar juga tertekan oleh turunnya harga minyak setelah Iran dan Oman mencapai kesepahaman mengenai koordinat jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan bersama kedua negara sedang memasuki tahap akhir penyusunan, tetapi kesepakatan tersebut belum otomatis membuat Hormuz langsung dibuka karena persoalan keamanan dan persyaratan Amerika Serikat masih belum selesai.
Di Swiss, inflasi tahunan turun dari 0,5% menjadi 0,4% pada Juli, tetap berada dekat batas bawah rentang stabilitas harga SNB sebesar 0%–2%. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Swiss National Bank akan mempertahankan suku bunga di level 0%, sehingga dukungan franc saat ini lebih banyak berasal dari pelemahan dolar dan sifatnya sebagai aset aman daripada ekspektasi pengetatan SNB.
Analisis Newsmaker: USD/CHF masih memiliki bias bearish selama tertahan di bawah 0,8100–0,8120. Penurunan di bawah 0,8050 dapat membuka jalan menuju 0,8020 hingga 0,8000. Sebaliknya, NFP yang kuat atau gagalnya kesepakatan Hormuz dapat mengangkat dolar dan membawa pasangan ini kembali menuju 0,8100–0,8150. NFP lemah berpotensi memperkuat franc, tetapi inflasi Swiss yang rendah dapat membatasi penguatannya. (arl)
Sumber: Newsmaker.id