Tarif AS Dipotong, USD/CHF Ambyar ke 0,79
Pasangan USD/CHF melemah dan bergerak di sekitar 0,7950 pada perdagangan sesi Asia Selasa, setelah Franc Swiss (CHF) menguat menyusul tercapainya kesepakatan tarif baru antara Swiss dan Amerika Serikat. Dalam kesepakatan tersebut, AS menurunkan tarif terhadap Swiss menjadi 15%, jauh lebih rendah dibanding 39% pada era pemerintahan Trump. Pemangkasan ini menjadi angin segar bagi Swiss, yang sebelumnya menanggung tarif tertinggi di antara negara-negara maju.
Penguatan Franc Swiss juga didukung ekspektasi bahwa Swiss National Bank (SNB) akan menahan suku bunga kebijakan di 0% pada Desember, seiring proyeksi inflasi yang diperkirakan sedikit naik. Wakil Presiden SNB Antoine Martin kembali menegaskan pandangan tersebut dengan mengatakan inflasi “expected to increase slightly” atau diperkirakan akan naik sedikit. Di sisi lain, USD/CHF sempat menguat pada Senin karena Dolar AS terdorong oleh menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di Desember. Data CME FedWatch Tool kini menunjukkan pasar hanya memperkirakan 43% peluang pemangkasan 25 bps, turun dari sekitar 62% sepekan lalu.
Dari sisi kebijakan moneter AS, sinyal yang muncul masih terpecah. Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson menilai saat ini risiko terhadap pasar tenaga kerja lebih besar dibanding risiko inflasi yang masih bisa naik, sehingga The Fed perlu “proceed slowly” atau melangkah perlahan untuk pemangkasan suku bunga berikutnya. Artinya, ia cenderung hati-hati dan tidak ingin terlalu agresif memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Sebaliknya, Gubernur The Fed Christopher Waller justru menyatakan bahwa bank sentral AS sebaiknya memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Ia mengaku semakin khawatir dengan kondisi pasar tenaga kerja dan perlambatan tajam dalam perekrutan. Perbedaan pandangan di internal The Fed ini ikut membentuk sentimen campur aduk terhadap Dolar AS, sehingga pergerakan USD/CHF saat ini dipengaruhi kombinasi faktor: tarif AS–Swiss yang turun, ekspektasi kebijakan SNB yang stabil, serta tarik-menarik narasi dovish dan hawkish dari pejabat The Fed.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id