Dolar Melemah Jelang Pekan Bank Sentral
Dolar AS melemah di awal pekan menjelang “super week” bank sentral. Pada Senin (15/9) sesi Eropa, indeks dolar (DXY) berada di 97,147. Perdagangan Asia relatif sepi karena pasar Jepang libur, sementara euro nyaris datar di $1,1729 meskipun ada penurunan peringkat utang Prancis oleh Fitch yang mencabut status AA- dan menekan sentimen kawasan.
Fokus pasar pertemuan ke keputusan The Fed pada hari Rabu. Ekspektasi pemangkasan 25 bps sudah tinggi sehingga arah dolar akan sangat dipengaruhi “dot plot” dan nada konferensi pers Jerome Powell. Agar benar-benar menggerakkan pasar, Powell harus terdengar lebih dovish dari harga saat ini; kalau The Fed memangkas 50 bps, dolar bisa turun lebih jauh—kecuali Powell memberi sinyal ruang pemangkasan lanjutan terbatas.
Di G10 lainnya, sterling naik ke $1,3565 dan AUD menguat ke $0,6663, mendekati puncak 10 bulan. NZD berada di $0,5964. Yen menguat tipis ke ¥147,44 per dolar jelang rapat BoJ; komentar Gubernur Ueda soal arah kebijakan selanjutnya akan menguntungkan. MUFG menilai analisis politik di Jepang setelah PM Ishiba mundur masih bersantai JPY kecuali BoJ memberi sinyal kenaikan suku bunga sedini bulan depan.
Di Asia, yuan onshore berada di 7,1213 per dolar meskipun data Agustus Tiongkok—produksi pabrik dan penjualan ritel—melemah ke laju terendah sejak tahun lalu. Selain The Fed dan BoJ, pasar juga menunggu keputusan Bank of England, Bank of Canada, dan Norges Bank, serta pembicaraan pembicaraan AS-Tiongkok.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id