Saham Eropa Turun 3 Sesi, Tekanan Energi dan Hormuz Picu Risk-Off
Saham Eropa ditutup melemah untuk sesi ketiga beruntun pada Rabu (22/4) , tertekan kenaikan harga energi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,5% ke 5.900, sementara Stoxx 600 melemah 0,3% ke 614.
Sentimen risk-off menguat setelah harga minyak dan gas naik menyusul laporan Iran menyerang dan menyita kapal komersial di dekat Selat Hormuz. Pergerakan ini terjadi meski Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran secara indefinite, namun tetap mempertahankan blokade di chokepoint tersebut. Kombinasi gangguan keamanan jalur energi dan blokade membuat pasar kembali memasang premi risiko pasokan, yang berpotensi menambah tekanan biaya bagi perusahaan dan memperbesar kekhawatiran inflasi energi.
Di bursa, tekanan paling terasa pada saham barang konsumsi dan industri. LVMH dan Adidas turun masing-masing 2,5%, sementara biaya listrik yang lebih tinggi membebani industri dengan Safran turun 3,5% dan Airbus 2,5%. Deutsche Telekom melemah 4,6% terkait potensi merger dengan unit AS-nya, T-Mobile. Di sisi positif, Siemens Energy melonjak 7,1% setelah merilis hasil kinerja yang kuat.
Pasar akan memantau eskalasi di Hormuz, arah minyak dan gas, kejelasan implementasi gencatan senjata vs blokade, serta dampak biaya energi terhadap sektor siklikal Eropa dan arus risiko global.
Sumber: Newsmaker.id