Dolar Menguat Bersama Imbal Hasil AS Setelah Data PPI
Indeks dolar Bloomberg menguat seiring kenaikan imbal hasil Treasury setelah data inflasi AS menunjukkan harga produsen meningkat tercepat dalam tiga tahun, membuat trader mengurangi taruhan pelonggaran kebijakan The Federal Reserve bulan depan.
Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,3%, menuju kenaikan pertama dalam tiga sesi.
PPI final AS Juli naik 0,9% m/m (perkiraan 0,2%); PPI inti juga melonjak 0,9% m/m (perkiraan 0,2%).
“Tarif membuat pelaku usaha menaikkan harga yang mereka bebankan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terlihat pada kenaikan harga konsumen,” tulis Bill Adams, kepala ekonom Comerica Bank.
“Laporan ini menambah bobot argumen menentang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September. Namun, data ketenagakerjaan yang akan datang akan lebih menentukan keputusan The Fed berikutnya dibanding laporan inflasi ini,” tambah Adams.
Yen membalikkan penguatan setelah rilis PPI; sebelumnya sempat menguat usai Menteri Keuangan Scott Bessent menyerukan penurunan suku bunga AS sekaligus kenaikan suku bunga Jepang, dengan mengatakan Bank of Japan “tertinggal” dalam menangani inflasi.
Pasangan USD/JPY stabil di 147,41 setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 24 Juli.
Pasangan EUR/USD turun 0,4% ke 1,1663, menuju penurunan pertama dalam tiga sesi. Resistensi jangka pendek terlihat di sekitar 1,1730 (puncak Agustus yang terbentuk Rabu).
Pasangan GBP/USD berbalik melemah 0,2% ke 1,3553; sebelumnya sempat naik ke 1,3595 (tertinggi satu bulan). Data menunjukkan ekonomi Inggris berkinerja lebih baik dari perkiraan pada kuartal II, mencatat pertumbuhan tercepat di antara negara G7 sepanjang paruh pertama tahun ini.(yds)
Sumber: Bloomberg