Dolar AS Melemah, Investor Ritel Australia Serbu ETF dengan Lindung Nilai
Pelemahan dolar AS sepanjang tahun ini mendorong investor ritel Australia untuk melindungi investasinya di pasar AS. Salah satu strategi paling populer adalah dengan membeli ETF (reksa dana indeks) yang memiliki perlindungan nilai tukar. BlackRock mencatat rekor arus masuk dana sebesar $320 juta AUD ke dalam ETF S&P 500 yang dilindungi dalam dolar Australia, hampir dua kali lipat dari total tahun 2024.
Data BlackRock menunjukkan bahwa tiga dari lima ETF paling banyak dibeli di Australia tahun ini merupakan produk yang menggunakan strategi lindung nilai mata uang. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap pelemahan dolar AS akibat defisit anggaran AS yang membengkak, perang dagang Presiden Trump, serta kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed.
Menurut CEO GSFM Pty, Damien McIntyre, volatilitas pasar dan kebijakan fiskal AS seperti One Big Beautiful Bill Act memperburuk pandangan terhadap dolar AS. Sementara investor ritel Australia aktif melakukan lindung nilai, lembaga keuangan besar seperti dana pensiun justru cenderung membiarkan eksposur mata uang terbuka. Data regulator menunjukkan hanya 6% dari kepemilikan saham global mereka yang dilindungi nilai, dibandingkan 24% tanpa lindung nilai.
Kondisi ini menunjukkan perbedaan strategi antara investor ritel dan institusi besar di Australia. Namun secara umum, meningkatnya minat terhadap ETF berdenominasi dolar Australia menunjukkan bahwa semakin banyak investor bersiap menghadapi kemungkinan pelemahan dolar AS yang berkelanjutan.
Poin Penting:
Investor ritel Australia beli rekor $320 juta AUD ke ETF S&P 500 yang dilindungi nilai
Kekhawatiran pelemahan dolar AS mendorong minat lindung nilai
3 dari 5 ETF paling laris di Australia adalah versi lindung nilai mata uang
Dana pensiun Australia masih dominan tanpa lindung nilai
Faktor utama: defisit AS, perang dagang Trump, potensi pemangkasan suku bunga.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id