Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Batasi Penurunan Dolar
Indeks dolar AS (DXY) turun tipis pada Selasam(2/6), tertekan meredanya ketegangan geopolitik setelah Israel dan Hezbollah sepakat menghentikan serangan serta sinyal Presiden Donald Trump bahwa AS dan Iran pada akhirnya dapat mencapai kesepakatan. Meski begitu, pelemahan dolar dinilai terbatas karena pelaku pasar masih mempertahankan keyakinan bahwa langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya adalah kenaikan suku bunga.
Charalampos Pissouros dari XM menilai ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat pasar enggan mengurangi taruhan pengetatan kebijakan. Bahkan jika ada kemajuan lanjutan menuju resolusi konflik, ia memperkirakan inflasi tetap akan bertahan tinggi untuk beberapa waktu, sehingga menjaga narasi suku bunga tinggi lebih lama.
Dari sisi penetapan harga pasar, data LSEG menunjukkan pelaku pasar masih memproyeksikan Fed akan menaikkan suku bunga paling lambat Maret 2027. Persepsi ini menjadi penahan utama bagi pelemahan dolar meski sentimen risiko sempat membaik.
Pada perdagangan terbaru, DXY turun 0,1% ke 99,101. Pergerakan yang terbatas ini menggambarkan tarik-menarik antara perbaikan sentimen geopolitik dan jalur suku bunga AS yang masih dipandang condong ketat.
Ke depan, arah dolar akan sensitif pada dua jalur utama: apakah de-eskalasi geopolitik benar-benar berlanjut, dan apakah data inflasi serta aktivitas AS cukup kuat untuk menjaga ekspektasi pengetatan tetap hidup. Selama pasar masih meyakini risiko inflasi belum mereda, ruang pelemahan dolar cenderung tertahan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id