Dolar Menguat Saat Serangan AS di Iran Picu Mode Hati-hati
Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa (26/5) setelah serangan terbaru AS ke target Iran mengikis optimisme tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat, mendorong investor kembali mengambil posisi defensif di greenback.
Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata menyusul serangan yang oleh Washington disebut bersifat defensif di Iran selatan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan negosiasi untuk menghentikan konflik bisa “memakan beberapa hari”, memperkuat persepsi pasar bahwa jalur diplomasi belum menghasilkan kepastian cepat.
Euro melemah 0,15% ke US$1,16265, sementara dolar menguat 0,29% terhadap franc Swiss ke 0,785. Indeks dolar (DXY) naik tipis 0,135% ke 99,15 setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya. Pound sterling turun 0,3% ke US$1,3465.
Harga minyak yang sempat tertekan di bawah US$100 pada awal pekan kembali memantul setelah kabar serangan, dengan Brent naik 3,89% ke US$98,87 per barel usai anjlok 7% pada Senin. Rebound energi ini menghidupkan kembali kanal inflasi berbasis minyak, yang cenderung menahan ekspektasi pelonggaran kebijakan dan memberi bantalan pada dolar meski yield obligasi AS justru turun.
Di AS, data menunjukkan kepercayaan konsumen melemah pada Mei karena kekhawatiran inflasi terkait perang dengan Iran meningkat, meski persepsi rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja membaik. Namun, pelaku pasar menilai headline geopolitik dan pergerakan minyak masih lebih dominan dibanding data dalam jangka pendek.
Yen melemah 0,2% dengan USD/JPY naik ke 159,24, kembali mendekati area 160 yang sensitif karena pasar mewaspadai potensi intervensi Tokyo. Di pasar obligasi, yield Treasury 10 tahun turun 8 basis poin ke 4,493% saat pasar AS kembali buka pasca-libur dan mengejar penurunan yield global.
Ke depan, fokus pasar tertuju pada perkembangan negosiasi AS–Iran dan stabilitas gencatan senjata, karena perubahan persepsi risiko energi tetap menjadi penggerak utama bagi dolar, yen, dan aset berisiko dalam beberapa sesi mendatang.(yds)
Sumber: Newsmaker.id