Dolar Melemah Saat Pasar Menghitung Peluang Kesepakatan Antara AS-Iran
Indeks dolar turun di bawah 98 pada Kamis (07/05), memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Sejumlah laporan menyebut kedua pihak mengarah pada memorandum of understanding satu halaman berisi 14 poin yang ditujukan untuk mengakhiri konflik secara formal, membuka kembali potensi akses Selat Hormuz, serta menjadi landasan negosiasi nuklir yang lebih rinci. Namun Presiden Donald Trump menegaskan belum ada kesepakatan final dan memperingatkan serangan militer dapat kembali terjadi bila Teheran dinilai tidak patuh.
Meredanya risiko geopolitik ikut menekan harga minyak secara tajam. Penurunan minyak dipersepsikan mengurangi tekanan inflasi, sehingga ekspektasi bahwa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan ketat lebih lama menjadi sedikit lebih moderat. Dalam kerangka transmisi, minyak yang melemah menurunkan kekhawatiran inflasi, menekan premi kebijakan ketat, dan pada gilirannya membebani dolar.
Di sisi lain, pesan kehati-hatian masih muncul dari pejabat The Fed. Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee menilai inflasi belum melanjutkan penurunan menuju target 2% dan justru meningkat sejak konflik dimulai, yang dapat menahan laju pelonggaran ekspektasi kebijakan.
Pasar ke depan cenderung memantau dua jalur risiko utama: perkembangan realisasi kesepakatan AS-Iran dan implikasinya terhadap minyak, serta sinyal lanjutan dari pejabat bank sentral terkait dinamika inflasi dan kebutuhan mempertahankan kondisi kebijakan yang restriktif. (asd)
Sumber: Newsmaker.id