• Mon, Jun 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 June 2026 16:02  |

Pound dan Euro Melemah, Yen Jadi Sorotan Pasar

Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan sesi Eropa, Senin (22/6), seiring meningkatnya optimisme investor terhadap pembicaraan awal antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama berada di sekitar level 101, mendekati posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir. Sentimen pasar sedikit membaik setelah Qatar dan Pakistan selaku mediator menyatakan bahwa AS dan Iran telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final untuk mengakhiri konflik dalam waktu 60 hari.

Meski begitu, pasar belum sepenuhnya tenang. Pembicaraan damai masih dibayangi ancaman Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang untuk melanjutkan serangan jika Iran tidak meredam pengaruh Hezbollah di Lebanon. Di sisi lain, keputusan Iran yang sempat menutup Selat Hormuz turut menambah kekhawatiran investor karena jalur tersebut merupakan salah satu rute penting perdagangan energi global. Kondisi ini membuat dolar tetap mendapat dukungan sebagai aset safe haven, meskipun optimisme diplomasi mulai membatasi penguatan lebih lanjut.

Di pasar mata uang utama, pound sterling melemah sekitar 0,3% ke level US$1,32 setelah muncul ketidakpastian politik di Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer disebut tengah mempertimbangkan masa depan politiknya setelah kemenangan besar rivalnya, Andy Burnham, dalam pemilihan sela parlemen. Sementara itu, euro juga melemah 0,27% ke level US$1,1443 karena investor masih memilih berhati-hati di tengah kombinasi risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter ketat dari The Fed.

Fokus terbesar pasar saat ini tertuju pada yen Jepang yang melemah ke sekitar 161,66 per dolar AS, hanya sedikit di bawah level 161,96 yang jika ditembus akan membawa yen ke posisi terlemah sejak 1986. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan otoritas siap merespons pergerakan mata uang secara tepat kapan saja, sehingga pelaku pasar kembali waspada terhadap potensi intervensi dari Tokyo. Tekanan terhadap yen semakin kuat karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor memperbesar posisi beli dolar, dengan data CFTC menunjukkan spekulan memegang posisi bullish dolar terbesar dalam 16 bulan, senilai hampir US$30 miliar. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Datar, Pasar Tunggu Pemicu Baru

GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1,3500 pada hari Senin karena pelaku pasar masih mencerna kesimpulan Mahkamah Agung AS s...

24 February 2026 07:08
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai