Reli Emas Mereda Jelang Keputusan Fed
Harga emas bergerak stabil pada Rabu (17/6) setelah menguat selama empat sesi beruntun, seiring pasar menunggu penandatanganan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global yang sebelumnya meningkat akibat perang dan gangguan pasokan energi.
Bullion diperdagangkan di dekat $4.330 per ons setelah naik lebih dari 6% sejak Kamis. Pada pukul 10.49 waktu London, emas bergerak nyaris datar di $4.327,35 per ons, sementara Bloomberg Dollar Spot Index juga relatif stabil.
Rincian kesepakatan AS-Iran mulai muncul, termasuk ketentuan yang memungkinkan Iran segera menjual minyak dan secara bertahap mendapatkan akses terhadap aset yang dibekukan. Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka penuh setelah kesepakatan diteken pada Jumat, meski sejumlah sekutu Eropa masih berhati-hati terhadap risiko implementasi.
Pembukaan kembali Hormuz menjadi faktor penting bagi pasar logam mulia karena jalur tersebut berkaitan langsung dengan arus pasokan energi global. Jika pasokan minyak kembali lancar, tekanan harga energi dapat mereda dan membantu menurunkan ekspektasi inflasi, sehingga mengurangi kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Transmisi ini mendukung emas karena logam tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika tekanan inflasi dari energi menurun dan ekspektasi suku bunga mulai lebih terkendali, biaya peluang memegang emas cenderung berkurang. Namun, ruang kenaikan masih dibatasi oleh sikap hati-hati investor menjelang keputusan Federal Reserve.
Analis Standard Chartered menilai prospek kesepakatan AS-Iran dapat membantu emas menemukan level penopang lebih cepat. Meski demikian, volatilitas masih mungkin terjadi karena harga sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada awal bulan, sehingga pasar masih sensitif terhadap perubahan teknikal dan sinyal kebijakan.
Fokus pasar kini beralih ke keputusan kebijakan Fed pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh pada Rabu. Suku bunga diperkirakan tetap ditahan, tetapi investor akan mencermati cara The Fed membaca risiko inflasi. Di logam lain, perak bergerak sedikit di bawah $70 per ons setelah naik 10% dalam empat sesi terakhir, sementara platinum dan palladium melemah.(arl)
Sumber : Newsmaker.id