Perak Tertahan Saat Risiko Suku Bunga Membayangi
Harga perak bergerak terbatas di sesi Eropa Rabu (17/6), saat pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve dan perkembangan lebih lanjut dari kesepakatan damai sementara AS-Iran. XAG/USD terpantau berada di kisaran $69,73 sampai $70,24 per ons, setelah sebelumnya sempat bergerak di area $70.
Pergerakan perak masih ditopang oleh ekspektasi bahwa kesepakatan AS-Iran dapat membuka kembali arus energi melalui Teluk Persia. Kedua negara dijadwalkan menandatangani kesepakatan sementara di Swiss pada Jumat, dengan insentif ekonomi bagi Teheran, termasuk kemungkinan dimulainya kembali ekspor minyak Iran.
Dari sisi fundamental, penurunan harga minyak menjadi faktor penting bagi logam mulia. Brent sempat turun di bawah $80 per barel setelah pasar menilai kesepakatan AS-Iran dapat menambah pasokan dan meredakan risiko inflasi dari sisi energi. Jika tekanan energi terus berkurang, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat ikut menurun, sehingga mendukung aset non-yielding seperti perak.
Namun, ruang kenaikan perak masih tertahan karena investor menunggu arah komunikasi The Fed. Bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi perhatian pasar tertuju pada nada Ketua baru Kevin Warsh, terutama apakah The Fed akan menghapus bias pelonggaran atau tetap membuka kemungkinan sikap lebih ketat terhadap inflasi.
Dalam transmisi pasar, perak mendapat dukungan saat yield dan dolar AS melemah, karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah. Sebaliknya, sinyal hawkish dari The Fed dapat kembali mengangkat yield dan dolar, sehingga membatasi minat terhadap logam mulia.
Keputusan bank sentral lain juga menjadi bagian dari latar pasar. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35%, sementara Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1%. Kombinasi ini membuat investor lebih selektif dalam membaca arah kebijakan global menjelang hasil FOMC.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada pernyataan The Fed, proyeksi suku bunga, arah dolar AS, yield Treasury, serta kepastian pembukaan kembali jalur energi di Hormuz. Selama sinyal kebijakan belum jelas, perak berpotensi tetap bergerak terbatas di sekitar area $70 dengan sensitivitas tinggi terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.(arl)
Sumber : Newsmaker.id