Pound Melemah ke $1,347, Risiko Hormuz dan Data UK Tekan Sentimen
Pound sterling melemah ke sekitar $1,347 pada perdagangan terbaru Selasa (26/05), seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran yang kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan membebani prospek pertumbuhan global. Kenaikan risiko geopolitik membuat pelaku pasar cenderung defensif, terutama karena isu ini berkaitan langsung dengan jalur energi dan logistik global.
Iran melaporkan adanya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, sementara AS mengonfirmasi telah melakukan serangan “self-defense” yang menargetkan peluncur rudal Iran serta kapal-kapal yang disebut mencoba menempatkan ranjau laut. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan nota kesepahaman kedua negara “sebagian besar sudah dinegosiasikan” dan berpotensi membuka kembali jalur pelayaran krusial Selat Hormuz, sehingga arah berita yang berubah cepat menambah ketidakpastian pasar.
Dari sisi domestik Inggris, data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas sektor swasta mengalami kontraksi pada Mei, disertai inflasi yang mendingin dan pasar tenaga kerja yang lebih lunak. Kombinasi ini mendorong investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England, yang pada gilirannya mengurangi dukungan suku bunga terhadap pound.
Fokus pasar kini bergeser ke pidato para pejabat Bank of England untuk petunjuk arah kebijakan berikutnya, sekaligus perkembangan politik di Inggris. Investor juga mencermati dinamika seputar Perdana Menteri Keir Starmer setelah Partai Labour mengalami kekalahan dalam pemilu regional bulan ini, karena stabilitas politik dapat memengaruhi persepsi risiko dan sentimen terhadap aset berdenominasi pound. (asd)
Sumber: Newsmaker.id