Starmer Incar Bunga Lebih Rendah, Pound Tertekan
Poundsterling (GBP) diperdagangkan sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa (2/12), seiring Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menekankan pentingnya menurunkan inflasi dan suku bunga untuk mendorong investasi bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Saat berbicara kepada wartawan pada hari Senin, PM Inggris Starmer mengatakan, "Hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk pertumbuhan, hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk bisnis, adalah pertama-tama menurunkan inflasi agar suku bunga turun lebih lanjut, dan biaya investasi bisnis pun ikut turun," lapor Reuters.
Komentar Starmer ini muncul saat memuji anggaran musim gugur yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Rachel Reeves pekan lalu, di mana ia menaikkan pajak sebesar 26 miliar pound sterling pada tahun 2029-2030 untuk mengisi kesenjangan fiskal.
Skenario penurunan suku bunga Inggris menjadi pertanda buruk bagi Poundsterling.
Sementara itu, para pedagang juga yakin bahwa Bank of England (BoE) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini di tengah melemahnya pasar tenaga kerja dan melambatnya pertumbuhan inflasi.
Bertentangan dengan ekspektasi pasar BoE yang dovish, pembuat kebijakan Megan Greene menyatakan pada hari Senin bahwa ia akan mendukung pemotongan suku bunga hanya jika pasar tenaga kerja dan konsumsi semakin memburuk. (Arl)
Sumber: Fxstreet.com