Pound Melemah Dengan Inflasi U.K Melambat Sesuai Perkiraan
Poundsterling (GBP) jatuh tajam terhadap mayoritas mata uang utama pada Rabu (19/11), pasca rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris untuk bulan Oktober. Data tersebut mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi terus mereda, sehingga menambah spekulasi bahwa Bank of England (BoE) bisa mulai menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan inflasi utama turun menjadi 3,6% secara tahunan (YoY), sesuai perkiraan, dari 3,8% di September. Pada periode yang sama, inflasi inti—yang tidak memasukkan komponen bergejolak seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau—naik 3,4% YoY, juga sesuai ekspektasi, dibanding 3,5% sebelumnya. Secara bulanan, inflasi utama Inggris naik 0,4% setelah data bulan September tercatat datar.
Inflasi di sektor jasa juga turun menjadi 4,5% dari 4,7% pada September. Sinyal bahwa tekanan harga mulai mendingin ini diperkirakan membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga BoE pada pertemuan kebijakan moneter bulan Desember. Ekspektasi bernada dovish ini semakin menguat bulan ini setelah data pasar tenaga kerja untuk tiga bulan hingga akhir September menunjukkan pelemahan di sisi ketenagakerjaan.
Pada Selasa, pembuat kebijakan BoE Swati Dhingra mengatakan di Universitas Sheffield bahwa ia memperkirakan disinflasi di sektor jasa akan berlanjut. Ia juga berpendapat bahwa bank sentral sebaiknya menurunkan suku bunga menuju level netral “dalam waktu yang cukup segera”, yaitu kondisi di mana suku bunga tidak terlalu menahan maupun mendorong aktivitas ekonomi.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada data Penjualan Ritel Inggris untuk Oktober dan data awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global untuk November yang akan dirilis pada Jumat. Data-data ini akan menjadi petunjuk tambahan mengenai seberapa cepat BoE bisa beralih dari kebijakan suku bunga tinggi menuju sikap yang lebih longgar.(yds)
Sumber: FXstreet.com