Poundsterling Tertekan, Apa yang Menanti GBP/USD Selanjutnya?
GBP/USD terus melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,3120 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis(13/11). Para pelaku pasar kini menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris Raya untuk kuartal ketiga yang akan dirilis hari ini. Data ini diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kinerja ekonomi Inggris, yang bisa mempengaruhi arah pergerakan poundsterling ke depan.
Poundsterling menghadapi tantangan besar terhadap mata uang lainnya, terutama karena meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan memangkas suku bunga pada bulan Desember. Pembuat kebijakan BoE, Megan Greene, menyatakan kekhawatirannya tentang inflasi yang terus berlangsung di Inggris dan mencatat bahwa data upah untuk tahun depan lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan bahwa BoE mungkin perlu mengambil langkah kebijakan moneter yang lebih ketat.
Selain itu, pelemahan GBP/USD juga dipengaruhi oleh penguatan Dolar AS, yang didorong oleh optimisme bahwa penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan akan segera berakhir. Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menyetujui paket pendanaan untuk mengakhiri shutdown, yang kini menunggu tanda tangan Presiden Trump. Di sisi lain, pernyataan hawkish dari The Fed mengenai suku bunga juga memberikan dukungan tambahan untuk Dolar AS, dengan pasar memperkirakan penurunan peluang suku bunga pada bulan Desember. Hal ini memperburuk tekanan pada poundsterling, yang tetap berada di bawah tekanan. (az)
Sumber: Newsmaker.id