Sterling Tertekan Pasca Isyarat Kenaikan Pajak & Perlambatan Ekonomi Inggris.
Pada hari Selasa, Reeves diberitakan, mengatakan bahwa Inggris menghadapi tantangan sejak anggaran pertamanya, di tengah meningkatnya pertanyaan tentang pajak mana yang akan dinaikkan untuk menjaga anggaran tetap pada jalurnya.
Sementara itu, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya pada hari Kamis, meskipun angka inflasi terbaru tidak sesuai perkiraan, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa BoE dapat menurunkan biaya pinjaman pada akhir tahun.
Pound Sterling jatuh ke level terendah sejak tujuh bulan setelah Menteri Keuangan Rachel Reeves mengisyaratkan kemungkinan kenaikan pajak dalam pidato pra-Anggaran. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di pasar terkait belanja pemerintah dan daya beli masyarakat.
Sterling turun sekitar 0,8 % terhadap dolar AS ke kisaran US$ 1,30, dan juga melemah sekitar 0,4 % terhadap euro.
Sebelumnya, data ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan yang melambat misalnya, aktivitas sektor swasta (PMI) yang melemah sehingga memberikan tekanan tambahan pada mata uang tersebut.
Pound yang melemah bisa memicu meningkatnya biaya impor dan tekanan inflasi di Inggris, serta berdampak pada investor yang memegang aset dalam GBP.
Kebijakan pajak yang akan datang serta keputusan Bank of England akan menjadi pemicu penting untuk pergerakan berikutnya dari Pound.(CP)
sumber: Newsmaker.id