Euro Tembus 1,16, Dolar AS Kian Tertekan
Pasangan EUR/USD melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut dan berhasil naik di atas level 1,1600 pada sesi Asia hari Kamis, menyentuh titik tertinggi sekitar satu setengah minggu. Kenaikan ini didorong oleh tekanan jual berkelanjutan pada dolar AS, yang membuat euro punya ruang lebih lebar untuk menguat. Sekarang, pasangan ini mulai mendekati area teknikal penting, yaitu 200-day Simple Moving Average (SMA) di kisaran 1,1625 yang menjadi resistance kunci berikutnya.
Dari sisi fundamental, indeks dolar AS (DXY) melemah ke level terendah lebih dari sepekan karena pasar semakin yakin Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 85% peluang penurunan suku bunga, diperkuat oleh komentar dovish sejumlah pejabat The Fed dan data ekonomi AS yang campuran. Sentimen risk-on di pasar global juga mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset aman, sehingga menjadi angin positif bagi penguatan EUR/USD.
Sebaliknya, euro mendapatkan dukungan dari sikap European Central Bank (ECB) yang cenderung hati-hati dan belum buru-buru memangkas suku bunga lagi. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos menyebut level suku bunga saat ini sudah tepat, sementara pejabat lain seperti Boris Vujcic menilai pemangkasan lanjutan hanya layak dipertimbangkan jika inflasi berpotensi turun di bawah target tanpa rebound. Kepala ekonom ECB Philip Lane juga menegaskan perlunya perlambatan inflasi non-energi agar inflasi keseluruhan bisa bertahan dekat target 2%. Ekspektasi bahwa ECB akan menahan suku bunga hingga tahun depan membuat euro relatif lebih menarik dibanding dolar.
Secara teknikal, tren jangka pendek EUR/USD saat ini condong naik, namun pasar masih menunggu konfirmasi dari tembusnya area 200-day SMA di sekitar 1,1625 secara meyakinkan sebelum membidik penguatan lanjutan. Selain itu, likuiditas perdagangan cenderung lebih tipis karena libur Thanksgiving di AS, sehingga pergerakan bisa menjadi lebih tajam namun tidak selalu mencerminkan arah tren besar. Bagi pelaku pasar, kombinasi dolar yang melemah, prospek Fed yang dovish, dan ECB yang cenderung menahan suku bunga membuat bias jangka pendek EUR/USD tetap ke atas, tetapi tetap perlu waspada terhadap koreksi teknikal di sekitar zona resistance penting tersebut.(asd)
Sumber : Newsmaker.id