Euro Mulai Naik, Dolar Kok Tiba-Tiba Loyo?
EUR/USD menguat tipis di kisaran 1,1540 pada sesi Asia hari Jumat(21/11), setelah sehari sebelumnya cenderung stagnan. Pasar masih menunggu rilis data awal PMI Jerman dan Zona Euro untuk November, sebelum nanti fokus beralih ke data PMI Global S&P AS di sesi Amerika Utara. Pergerakan ini menunjukkan euro mulai dapat sedikit angin, meski sentimen masih hati-hati.
Penguatan euro terjadi seiring melemahnya Dolar AS setelah reli lima hari beruntun. Data tenaga kerja AS bulan September justru meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga pada Desember. NFP bertambah 119.000, jauh di atas ekspektasi 50.000, namun tingkat pengangguran naik tipis ke 4,4% dan pertumbuhan upah tahunan tetap di 3,8%. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga 25 bps di Desember kini naik menjadi sekitar 36% dari 30% sehari sebelumnya, sehingga tekanan ke dolar sedikit berkurang.
Dari sisi Eropa, euro masih ditopang pandangan bahwa kebijakan moneter ECB tidak akan banyak berubah dalam waktu dekat. Dengan inflasi yang mendekati target 2%, pertumbuhan yang relatif stabil, dan pengangguran di rekor terendah, ECB secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga hingga akhir 2026. Anggota Dewan ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Irlandia, Gabriel Makhlouf, menegaskan bahwa kebijakan saat ini sudah tepat dan hanya akan diubah jika ada perubahan kondisi yang benar-benar besar. (az)
Sumber: Newsmaker.id