AUD Melemah Usai CPI Australia Turun di Bawah Perkiraan
AUD/USD melemah pada awal perdagangan Asia Rabu setelah data inflasi Australia turun lebih cepat dari perkiraan. ABS melaporkan CPI April naik 4,2% YoY (di bawah konsensus 4,4%) dan melandai dari 4,6% sebelumnya, sementara CPI bulanan melambat ke 0,4% dari 1,1%. Ukuran inflasi inti RBA (trimmed mean) tercatat 0,3% MoM dan 3,4% YoY, menandakan tekanan harga dasar belum sepenuhnya hilang.
Pasar membaca data ini sebagai sinyal disinflasi headline yang memberi ruang napas jangka pendek bagi RBA, namun belum cukup untuk menghapus fokus pada inflasi inti. Kanal utamanya lewat ekspektasi kebijakan: inflasi yang lebih rendah biasanya menekan kebutuhan pengetatan lanjutan dan mengurangi daya tarik AUD, terutama saat selera risiko global tidak sepenuhnya stabil.
Di sisi eksternal, pelemahan AUD berpotensi tertahan karena dolar AS tidak lagi mendapat dorongan safe haven yang kuat, namun headline Timur Tengah tetap membuat pasar berhati-hati. Iran mengecam serangan AS di Hormozgan sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Washington menyebutnya operasi defensif. IRGC juga mengklaim menargetkan aset udara AS dan menegaskan hak retaliasi jika ada pelanggaran, sehingga ketidakpastian di sekitar Hormuz tetap menjadi sumber volatilitas sentimen dan energi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id