AUD/USD Melemah, Permintaan Safe Haven Angkat Dolar AS
AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7037 pada Senin, 13 April 2026 pagi, dengan dolar Australia melemah tipis di awal pekan. Trading Economics mencatat pasangan ini turun sekitar 0,40% pada hari ini, menandakan tekanan ringan meski level 0,70 masih bertahan.
Pelemahan Aussie terjadi saat dolar AS menguat luas di sesi Asia, seiring pasar masuk ke mode risk-off. Reuters melaporkan dolar Australia termasuk mata uang yang tertekan, dengan penurunan sekitar 0,6% pada awal perdagangan, ketika investor kembali memilih USD sebagai aset aman.
Pemicu utama pergeseran sentimen datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah perundingan AS–Iran gagal menghasilkan terobosan. Dalam kondisi seperti ini, AUD yang sensitif terhadap selera risiko cenderung lebih rentan tertekan dibanding USD, terutama ketika volatilitas headline meningkat.
Lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel turut memperburuk suasana pasar. Energi yang lebih mahal meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan dapat mengurangi harapan pemangkasan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat, yang pada akhirnya mendukung dolar dan menekan mata uang berbasis risiko.
Ke depan, area 0,70 menjadi titik psikologis penting yang merefleksikan “zona bertahan” bagi AUD/USD. Selama permintaan safe haven untuk USD tetap dominan dan pasar menilai suku bunga global berpotensi bertahan ketat karena tekanan energi, ruang pemulihan Aussie cenderung terbatas dan pergerakan akan sensitif pada perkembangan geopolitik serta arah dolar secara luas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id