Aussie Dollar Turun Tipis setelah Lonjakan Tajam, Fokus Pasar Beralih ke Data AS
AUD/USD bergerak melemah tipis dalam perdagangan Kamis, 9 April 2026, setelah reli kuat pada sesi sebelumnya. Aussie terakhir diperdagangkan di sekitar 0,7034–0,7039, turun tipis dari sesi sebelumnya setelah sempat melonjak ke kisaran 0,7080 pada Rabu.
Pelemahan ini mencerminkan pasar yang mulai mencerna ulang sentimen risk-on yang sempat mendorong penguatan dolar Australia. Sebelumnya, AUD mendapat dorongan dari melemahnya dolar AS setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan terkait konflik Iran. Namun, optimisme itu mulai tertahan karena pasar kembali menilai bahwa implementasi ceasefire masih rapuh dan berisiko memicu volatilitas baru.
Selain faktor geopolitik, arah AUD/USD juga dipengaruhi oleh risalah rapat terbaru Federal Reserve. Minutes The Fed memperlihatkan bahwa semakin banyak pejabat yang menilai kenaikan suku bunga masih mungkin diperlukan bila inflasi tetap tinggi. Nada ini membatasi pelemahan dolar AS lebih lanjut, sehingga kenaikan AUD/USD pun tertahan setelah lonjakan awal.
Di sisi lain, karakter dolar Australia sebagai mata uang berbasis sentimen risiko membuat pergerakannya sangat sensitif terhadap perubahan mood pasar global. Saat sentimen membaik, AUD biasanya diuntungkan. Namun saat pasar mulai ragu dan kembali defensif, penguatan Aussie sering cepat tertahan. Kondisi itulah yang terlihat sekarang: reli cepat, lalu koreksi ringan karena investor kembali selektif.
Secara umum, AUD/USD saat ini terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah lonjakan tajam. Selama belum ada katalis baru yang kuat, pasangan ini berpeluang bergerak hati-hati di sekitar area 0,70, sambil menunggu perkembangan geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Trading Economics juga mencatat AUD/USD berada di sekitar 0,7039 pada 9 April 2026, turun tipis sekitar 0,08% dari sesi sebelumnya.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id