Pasar Menunggu GDP Australia, AUD/USD Lanjut Pulih
AUD/USD melanjutkan pemulihan untuk sesi kedua berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 0,7100 pada perdagangan Asia hari Selasa. Penguatan ini terutama ditopang nada hawkish dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock, yang memberi sinyal bahwa perjuangan menurunkan inflasi belum sepenuhnya selesai.
Bullock menekankan dewan RBA masih belum yakin apakah kondisi keuangan sudah cukup “membatasi” untuk membawa inflasi kembali ke titik tengah target dalam jangka waktu yang wajar. Ia juga menyoroti indikator yang masih mengarah pada pasar tenaga kerja ketat, serta menyebut data ekonomi terbaru secara umum mendukung keputusan kenaikan suku bunga Februari (cash rate kini di 3,85%).
Di dalam negeri, data perumahan memberi nada yang lebih hati-hati: building approvals Januari 2026 turun 7,2% (m/m) ke level terendah 19 bulan, dan secara tahunan izin hunian tercatat merosot 15,7%. Pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis PDB kuartal IV pada Rabu untuk menilai seberapa kuat momentum ekonomi Australia—faktor yang bisa memengaruhi arah kebijakan RBA berikutnya.
Namun, ruang penguatan AUD berpotensi tertahan karena dolar AS cenderung tetap solid di tengah risk aversion akibat eskalasi Timur Tengah. Laporan menyebut Presiden AS Donald Trump mengatakan “big wave” serangan terhadap Iran masih akan datang, sementara pemerintah AS juga mengimbau warganya segera meninggalkan sejumlah negara di kawasan karena risiko keselamatan yang serius—situasi yang biasanya mengangkat permintaan aset safe haven dan menekan mata uang berisiko seperti AUD.(asd)
Sumber: Newsmaker.id