Aussie Bangkit Lagi USD Lagi Kehabisan Tenaga?
Pasangan AUD/USD berhasil memantul setelah sempat membuka pekan dengan gap bearish dan menguji area support kuat di sekitar 0,7030. Dari level itu, Aussie menarik pembeli dan kembali merebut 0,7100 pada sesi Asia, menandakan tekanan jual awal mulai mereda.
Pemicu rebound ini datang dari sisi USD yang melemah moderat, meski sentimen global masih cenderung defensif. Kekhawatiran stagflasi di AS ikut menekan dolar: data Producer Price Index (PPI) memperkuat sinyal inflasi yang masih “bandel”, sementara pertumbuhan yang melambat membuat ruang gerak The Fed jadi serba sulit—turunkan suku bunga berisiko memanaskan inflasi, tahan suku bunga berisiko menekan ekonomi lebih dalam.
Di sisi Australia, nada hawkish RBA menjadi bahan bakar tambahan buat AUD. Pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lagi pada Mei, apalagi setelah CPI Januari yang tinggi. Kombinasi “USD melemah + AUD ditopang ekspektasi RBA” membuat AUD/USD punya alasan untuk bangkit dari bawah.
Tapi, reli Aussie tetap punya batas. Ketegangan geopolitik (konflik Timur Tengah) bisa bikin investor menahan diri masuk aset berisiko seperti AUD. Fokus berikutnya ada pada ISM Manufacturing AS, lalu rangkaian data besar minggu ini (PDB Australia, ADP, ISM Jasa, dan NFP) serta pidato Gubernur RBA Michele Bullock—yang bisa jadi pemicu arah AUD/USD selanjutnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id