AUD Menguat Jelang CPI, Pasar Uji Sinyal RBA
AUD/USD menguat tipis ke sekitar 0,7065 pada sesi awal Eropa Selasa, menjadikan dolar Australia salah satu yang paling kuat di antara mata uang utama. Penguatan ini terjadi jelang rilis data inflasi (CPI) Australia Januari pada hari Rabu—angka kunci yang bisa menggeser ekspektasi pasar atas ke arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).
Fokus pasar terpusat pada inflasi karena RBA masih menyisakan ruang untuk sikap yang lebih ketat. Pada pertemuan awal Februari, bank sentral menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,85% dan menegaskan opsi kenaikan lanjutan tetap terbuka, dengan alasan risiko inflasi belum benar-benar jinak. Gubernur RBA Michele Bullock menekankan tekanan harga masih “terlalu kuat” dan bank sentral tidak ingin inflasi kembali lepas kendali.
Konsensus memperkirakan CPI tahunan Australia sedikit melambat ke 3,7% dari 3,8% pada bulan Desember, sementara trimmed mean CPI diperkirakan stabil di 3,3%. Jika angka inflasi datang lebih panas dari perkiraan, AUD akan mendapat dorongan tambahan karena pasar bisa menaikkan kembali peluang pengetatan RBA—sebaliknya, inflasi yang lebih dingin berisiko memicu aksi ambil untung setelah penguatan data jelang.
Di sisi lain, Dolar AS masih ditopang penguatan luas dengan DXY naik tipis ke sekitar 97,80. Sentimen USD tetap defensif di tengah risiko kebijakan dagang AS, setelah Presiden Donald Trump kembali memberi sinyal tarif bisa diterapkan pada negara yang dianggap “bermain-main” dengan perjanjian perdagangan yang ada pasca putusan Mahkamah Agung—membuat ruang gerak AUD tetap dihadapkan pada hambatan dari sisi dolar.(alg)
Sumber: Newsmaker.id