• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 December 2025 09:10  |

Dolar Australia Menguat Pasca Rilis Notulen RBA, USD Tertekan

Dolar Australia (AUD) menguat pada hari Selasa setelah rilis Notulen Rapat Kebijakan Moneter Reserve Bank of Australia (RBA) pada bulan Desember. Notulen tersebut menunjukkan bahwa RBA semakin meragukan apakah kebijakan moneter saat ini masih cukup ketat, dengan pertimbangan bahwa tekanan inflasi mungkin lebih bertahan lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa RBA mungkin akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada 2026, meskipun mereka masih menunggu data ekonomi berikutnya.

Sebagai hasil dari sentimen yang lebih dovish di AS dan peningkatan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan melonggarkan kebijakan lebih lanjut, Dolar AS (USD) menghadapi tekanan. USD/JPY juga turun, sementara dolar Australia (AUD) menguat, bergerak lebih dekat ke 0,6660. Penguatan AUD ini datang setelah investor mengamati peningkatan kekhawatiran inflasi di Australia, dengan ekspektasi inflasi konsumen naik ke 4,7% pada Desember, mendukung sikap hawkish dari RBA.

RBA telah menunjukkan bahwa mereka akan terus memantau data inflasi secara cermat, dan kemungkinan akan mengambil keputusan lebih lanjut mengenai suku bunga di pertemuan-pertemuan mendatang. Sementara itu, USD menghadapi hambatan karena emas dan perak mengalami kenaikan tajam, didorong oleh permintaan safe-haven di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, khususnya antara AS dan Venezuela.

Dolar AS juga tertekan setelah Trump menyebutkan bahwa AS akan menyimpan atau menjual minyak yang telah disita dari Venezuela. Ketegangan ini meningkatkan permintaan untuk aset aman seperti emas dan perak, yang turut memberi dampak pada nilai dolar. Selain itu, ekspektasi bahwa Fed akan terus menurunkan suku bunga semakin memperburuk prospek USD.

Di sisi lain, minat investor pada AUD semakin kuat, dengan pasar memperhatikan kondisi ekonomi Australia yang terus membaik. Peluang suku bunga lebih tinggi dari RBA dibandingkan dengan kebijakan lebih dovish di AS memberi keuntungan bagi AUD/USD, yang diprediksi akan terus menguat menuju 0,6685 dan bahkan bisa mencapai 0,6707, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Teknikal menunjukkan AUD/USD berada di jalur untuk menguji level 0,6685, dengan indikator RSI yang menunjukkan sinyal bullish. EMA sembilan hari juga menunjukkan momentum positif dalam jangka pendek, membuka peluang bagi pasangan mata uang ini untuk terus menguat menuju 0,6700, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2024.

Namun, support terdekat berada di 0,6633, yang merupakan batas bawah dari saluran naik. Jika harga jatuh di bawah level ini, kemungkinan akan menuju low enam bulan di sekitar 0,6414 yang tercatat pada 21 Agustus. Pasar kini akan terus memantau pergerakan suku bunga dan data ekonomi lainnya untuk menentukan arah selanjutnya bagi AUD/USD.(asd)

Source: Newsmaker.id

Related News

AUD/USD

AUD Tahan Kenaikan di $0,655

Dolar Australia bertahan di sekitar $0,655 pada Senin, melanjutkan penguatan 0,6% di Jumat menyusul pelemahan dolar AS setela...

8 September 2025 08:19
AUD/USD

AUD Melemah Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Pasar

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (23/6), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga...

23 June 2025 09:34
AUD/USD

AUD Kian Terpuruk: Trump, Tiongkok, dan RBA Jadi Beban Berat

Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin (07/07), melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga b...

7 July 2025 13:37
AUD/USD

AUD/USD Bisa Naik Hingga 1,0% Jika RBA Tetap Mempertahankan ...

AUD/USD bisa naik hingga 1,0% jika RBA tidak mengubah suku bunga, kata Kristina Clifton dari CBA dalam sebuah laporan penelit...

18 February 2025 07:20
BIAS23.com NM23 Ai