Aussie Melemah, Tapi Kok Masih Susah Dijatuhkan?
AUD/USD bergerak turun di sesi Asia hari Kamis dan mengikis sebagian kenaikan tajam hari sebelumnya yang sempat membawa pair ini ke level tertinggi sejak 17 September. Saat ini, harga tertahan sedikit di atas area 0,66 tengah, masih dengan bias negatif setelah rilis data tenaga kerja Australia yang campuran (mixed). Pelemahan ini menunjukkan pasar masih mencerna sinyal yang berlawanan antara angka headline pengangguran yang stabil dan penurunan tajam jumlah orang yang bekerja.
Data dari Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan Tingkat Pengangguran tetap di 4,3% pada November, lebih baik dari ekspektasi naik ke 4,4%. Namun, sisi positif ini tertutup oleh penurunan jumlah orang yang bekerja sebesar 21,3 ribu, berbalik dari kenaikan 41,1 ribu di Oktober dan jauh di bawah perkiraan kenaikan 20 ribu. Kombinasi ini melemahkan Aussie karena pasar melihat tanda mulai rapuhnya kondisi pasar tenaga kerja, sehingga AUD/USD mendapat tekanan jual, meski koreksinya masih terukur.
Di sisi kebijakan, RBA yang masih bernada hawkish menjadi penyangga yang mencegah penurunan AUD/USD lebih dalam. Gubernur RBA Michele Bullock sebelumnya menegaskan bahwa dewan sempat membahas skenario jika suku bunga justru perlu dinaikkan lagi, dan bahwa saat ini tidak terlihat kebutuhan untuk pemangkasan lanjutan. Sikap ini kontras dengan The Fed yang baru saja melakukan pemangkasan dovish, sehingga perbedaan arah kebijakan (policy divergence) berpotensi menjadi pijakan bagi Aussie untuk bertahan, terutama jika tekanan jual mulai mereda.
Sementara itu, Indeks Dolar (DXY) terpuruk dekat level terendah sejak akhir Oktober setelah The Fed menurunkan suku bunga 25 bps dan hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan lagi di 2026. Meski begitu, komentar Powell tentang risiko penurunan di pasar tenaga kerja membuat pelaku pasar tetap bertaruh pada peluang pemangkasan tambahan. Sentimen risk-on dan pelemahan dolar ini membantu menahan tekanan pada AUD, sehingga setiap penurunan lanjutan AUD/USD berpotensi masih dilihat sebagai peluang buy on dip oleh pelaku pasar yang percaya kombinasi RBA yang relatif hawkish dan USD yang rapuh bisa kembali mengangkat Aussie dalam beberapa sesi ke depan.(asd)
Source: Newsmaker.id