Damai AS-Iran Memudar, Kripto Kembali Lesu
Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Selasa (23/6) sesi Eropa, melanjutkan koreksi setelah pemulihan singkat pada akhir pekan yang gagal bertahan. Aset kripto terbesar di dunia itu bergerak di sekitar US$62.000-an, setelah sebelumnya sempat bertahan di dekat area US$64.000. Pelemahan ini menunjukkan bahwa minat beli di pasar kripto masih rapuh, terutama ketika investor kembali mencermati risiko suku bunga tinggi di Amerika Serikat.
Tekanan utama datang dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Setelah pertemuan The Fed pekan lalu, pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi aset kripto karena Bitcoin dan aset digital lainnya tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga dan yield obligasi naik, investor cenderung lebih memilih aset berbunga dibandingkan aset spekulatif seperti kripto.
Selain faktor suku bunga, arus keluar dari produk ETF Bitcoin spot juga masih menjadi beban bagi pasar. Investor institusional terlihat belum sepenuhnya kembali masuk ke aset kripto setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Walaupun laju arus keluar mulai lebih lambat dibandingkan sebelumnya, kondisi ini tetap menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap produk kripto masih belum pulih sepenuhnya. Lemahnya permintaan ritel di Amerika Serikat juga terlihat dari Coinbase Premium Index yang masih berada dalam tekanan.
Optimisme terhadap pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran juga mulai memudar. Sebelumnya, sentimen pasar sempat membaik setelah kedua pihak disebut mencatat kemajuan dalam negosiasi. Namun, investor masih menunggu pembahasan lanjutan untuk memastikan apakah kesepakatan damai benar-benar bisa dicapai. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Tekanan juga meluas ke altcoin. Ethereum ikut melemah dan bergerak di sekitar US$1.600-an, sementara XRP, Solana, Cardano, BNB, Dogecoin, dan token bertema politik seperti TRUMP juga berada dalam tekanan. Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, terutama PMI dan data inflasi PCE. Jika PCE menunjukkan inflasi masih panas, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dapat semakin kuat dan berpotensi menekan Bitcoin lebih dalam. Namun, jika data inflasi mereda, Bitcoin berpeluang mencoba rebound kembali ke area US$63.500–US$64.500. (arl)
Sumber : Newsmaker.id