Bitcoin Dekati Tertinggi 6 Pekan, Short Covering Dorong Rebound Kripto
Bitcoin naik di atas level US$74.000 pada Senin (16/3) dan menyentuh posisi tertinggi dalam sekitar enam pekan, ditopang gelombang likuidasi posisi short meski pelaku pasar masih berhati-hati terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Aset kripto terbesar itu terakhir diperdagangkan 3,4% lebih tinggi di US$73.892,4 pada 02:21 ET, setelah sempat menyentuh US$74.336,9 di awal sesi.
Penguatan ini memperpanjang kenaikan Bitcoin yang sudah mencapai sekitar 6% sepanjang pekan lalu, bahkan ketika pasar saham global melemah akibat lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Dalam konteks pasar, reli kali ini lebih banyak didorong faktor teknikal dan posisi, bukan pergeseran besar pada fundamental risiko global.
Data CoinGlass menunjukkan total likuidasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$344 juta, dengan 83% di antaranya berasal dari posisi short. Likuidasi terjadi ketika trader berleverage dipaksa menutup posisi karena harga bergerak berlawanan, yang pada akhirnya memperbesar ayunan harga dan mempercepat reli jangka pendek.
Meski demikian, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Konflik Timur Tengah yang memasuki pekan ketiga masih menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan risiko inflasi, terutama dengan harga minyak yang tetap bertahan di atas US$100 per barel di tengah ancaman gangguan di sekitar Selat Hormuz. Ketidakpastian ini berpotensi menjaga volatilitas aset berisiko, termasuk kripto, tetap tinggi.
Pelaku pasar juga menanti hasil pertemuan Federal Reserve pekan ini, di mana bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga tetap sambil menilai risiko inflasi. Di pasar altcoin, penguatan berlangsung cukup luas: Ethereum melonjak 8% ke US$2.265,88, Solana dan Polygon masing-masing naik 6%, Cardano melesat hampir 10%, dan Dogecoin naik 7%, sementara XRP justru turun 5% ke US$1,48. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id