• Wed, Jun 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 June 2026 16:28  |

Silver Sentuh Level Rendah 6 Bulan

Harga silver bergerak melemah di sekitar US$61 per ounce pada perdagangan Rabu (24/6), bertahan dekat level terendah dalam enam bulan. Tekanan ini muncul karena pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat. Meski kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat harga silver.

Faktor utama yang menekan silver adalah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pada pertemuan terakhir, The Fed memang mempertahankan suku bunga, tetapi sinyal dari para pejabat bank sentral menunjukkan dukungan yang semakin besar terhadap kenaikan suku bunga ke depan. Ketua The Fed Kevin Warsh juga kembali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga, sehingga pasar membaca arah kebijakan moneter AS masih cenderung hawkish.

Kondisi ini kurang menguntungkan bagi silver karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi. Ketika suku bunga dan yield Treasury naik, investor cenderung lebih tertarik pada aset berbunga. Selain itu, penguatan dolar AS membuat silver menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga permintaan global ikut tertekan.

Dari sisi geopolitik, kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran sebenarnya memberi sentimen positif bagi pasar energi. Meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menunjukkan bahwa risiko gangguan pasokan mulai mereda. Jika pasokan energi kembali stabil, tekanan inflasi dari harga minyak bisa berkurang. Namun, bagi silver, dampaknya menjadi campuran karena meredanya risiko geopolitik juga mengurangi permintaan safe haven.

Tekanan tambahan datang dari aksi jual besar di saham teknologi Amerika Serikat. Ketika saham teknologi dan semikonduktor jatuh tajam, investor cenderung memangkas posisi di berbagai aset, termasuk logam mulia, untuk menutup kerugian di portofolio lain. Dalam situasi seperti ini, silver bisa ikut dijual karena termasuk aset yang likuid dan mudah dicairkan.

Ke depan, arah silver akan sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS. Jika data inflasi PCE kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bisa semakin kuat dan silver berisiko menguji area psikologis US$60. Namun, jika inflasi mulai mereda dan dolar melemah, silver berpeluang mencoba rebound teknikal ke area US$62 hingga US$63 per ounce. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai