Perak Tertekan Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Harga perak melemah pada Rabu (29/4) seiring pasar mencerna keputusan terbaru Federal Reserve dan menguatnya dolar AS serta kenaikan imbal hasil Treasury yang menekan logam non-yielding. XAG/USD diperdagangkan di sekitar US$71,20/oz, turun lebih dari 2% pada hari itu.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% sesuai ekspektasi, tetapi hasil rapat menonjolkan perbedaan pandangan internal lewat voting 8–4. Gubernur Stephen Miran mendukung pemangkasan 25 bps, sementara Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan menolak penyertaan “easing bias” dalam pernyataan kebijakan.
Dalam pernyataannya, bank sentral menilai aktivitas ekonomi masih berekspansi dengan laju solid dan pasar tenaga kerja relatif stabil, dengan tingkat pengangguran sedikit berubah dalam beberapa bulan terakhir. Namun, The Fed kembali menegaskan inflasi masih tinggi, sebagian dipengaruhi kenaikan harga energi global, serta menyoroti bahwa perkembangan di Timur Tengah menambah ketidakpastian terhadap outlook ekonomi.
Bagi perak, kombinasi inflasi yang persisten dan risiko energi memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan lebih tinggi lebih lama. Kondisi tersebut meningkatkan opportunity cost memegang perak, sehingga tekanan harga berpotensi berlanjut selama dolar dan yield tetap kuat dan pasar belum melihat kemajuan yang lebih jelas pada inflasi. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id