Perak Meledak ke Rekor—Ada Apa Sebenarnya?
Harga perak ikut bikin geger pasar setelah melonjak tajam dan menyentuh rekor baru mendekati area US$85 per ons. Lonjakan ini terjadi barengan dengan kenaikan emas, menandakan investor sedang “lari” ke aset safe haven saat ketidakpastian global meningkat.
Pemicu utamanya datang dari AS: pasar khawatir soal independensi Federal Reserve (The Fed) setelah muncul isu tekanan hukum dan politik yang mengarah ke bank sentral. Saat kepercayaan ke institusi dan dolar melemah, logam mulia seperti perak ikut jadi incaran.
Di saat yang sama, tensi geopolitik juga ikut mendorong. Protes besar di Iran yang makin panas membuat pasar defensif, dan perak kebagian arus dana karena statusnya sebagai aset lindung nilai, apalagi ketika risiko global naik mendadak.
Tapi perak punya “bahan bakar” tambahan yang beda dari emas: pasokan fisiknya ketat. Perak banyak dipakai untuk kebutuhan industri, dan ketika permintaan investasi naik, pasar bisa cepat “kekurangan barang”, sehingga harga gampang meledak.
Lonjakan kali ini juga tidak lepas dari efek historis: sebelumnya perak pernah kena dorongan besar akibat short squeeze dan ketatnya pasar spot, sehingga pelaku pasar jadi lebih sensitif. Saat harga mulai menanjak, banyak posisi yang melawan tren akhirnya terpaksa ditutup, bikin kenaikannya makin cepat.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS juga menambah dukungan. Kalau pasar percaya suku bunga bakal turun, logam mulia jadi lebih menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa bunga menjadi lebih rendah. Itulah kenapa perak bisa ikut “terbang” saat narasi rate cut menguat.
Ke depan, pergerakan perak masih berpotensi volatil. Selain faktor safe haven dan suku bunga, pasar juga memantau isu perdagangan/tarif yang bisa memengaruhi arus pasokan logam mulia. Jadi perak bisa tetap kuat, tapi swing-nya kemungkinan lebih liar dibanding emas.
5 Poin Inti :
- Perak melonjak dan mencetak rekor baru mendekati US$85/ons.
- Kekhawatiran soal independensi The Fed melemahkan dolar dan mendorong logam mulia.
- Geopolitik Iran menaikkan permintaan safe haven, perak ikut kebeli.
- Pasar perak sedang ketat: kombinasi permintaan investasi + kebutuhan industri bikin harga gampang “meledak”.
- Ekspektasi rate cut AS memperkuat reli, tapi volatilitas perak kemungkinan tetap tinggi.(asd)
Sumber: Bloomberg