Trump Buka Jalur Damai, Minyak Anjlok Tajam
Harga minyak dunia merosot tajam pada Senin (3/8) dan menyentuh level terendah dalam tiga pekan. Minyak Brent kontrak Oktober turun 4,9% ke US$83,66 per barel, sedangkan WTI melemah 5,8% ke US$79,75 per barel.
Tekanan muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran. Washington dan Teheran dijadwalkan kembali berunding pada Senin, sehingga pasar berharap konflik dapat mereda dan risiko gangguan pasokan minyak berkurang.
Trump mengatakan kesepakatan yang dibahas mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz dan penyelesaian ancaman nuklir Iran. Meski demikian, ia menegaskan Amerika Serikat masih siap melancarkan serangan apabila jalur diplomasi kembali gagal.
Harga minyak sebelumnya melonjak lebih dari 20% sepanjang Juli karena konflik meluas ke sejumlah jalur energi penting. Serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi, kapal gas di Mesir, serta pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah sempat mendorong Brent menembus US$90 per barel.
Analisis Newsmaker: Optimisme perundingan membuat premi risiko geopolitik pada minyak menyusut. Selama pembicaraan AS–Iran berjalan positif, WTI berpotensi tetap tertekan di bawah US$80. Namun, kegagalan negosiasi atau serangan baru dapat memicu rebound tajam karena keamanan pasokan Timur Tengah belum sepenuhnya pulih.(yds)
Sumber: Newsmaker.id