Minyak Tembus Puncak Empat Bulan di Tengah Ultimatum Trump ke Iran
Harga minyak naik ke level tertinggi baru dalam empat bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lain terhadap Iran, sambil mendesak Teheran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir. Nada keras ini langsung mengangkat kekhawatiran pasar soal risiko gangguan pasokan dari Iran, sehingga premi geopolitik kembali “masuk” ke harga minyak.
Trump menulis di Truth Social bahwa ia berharap Iran segera “datang ke meja perundingan” untuk kesepakatan yang adil, namun memperingatkan “serangan berikutnya akan jauh lebih buruk” dibanding tahun lalu. Setelah unggahan itu, harga berjangka West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh sekitar $63,52 per barel, tertinggi sejak akhir September, memperpanjang reli kuat dari sesi sebelumnya.
Reli minyak sepanjang bulan ini juga makin solid. Kontrak minyak sudah naik lebih dari 8% bulan ini meski pasar masih punya narasi kelebihan pasokan global. Di pasar opsi, biaya taruhan bullish tetap relatif tinggi dibanding bearish—tanda pelaku pasar masih mau bayar lebih untuk proteksi skenario harga naik.
Kenaikan sempat dipangkas setelah misi Iran untuk PBB menyatakan siap berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, tetapi menegaskan akan membela diri dan merespons “dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya” bila ada agresi AS. Tambahan penahan datang dari dolar yang menguat tipis setelah Menkeu AS Scott Bessent menegaskan AS tetap memegang “kebijakan dolar kuat” dan membantah isu intervensi valas—penguatan dolar biasanya membuat komoditas berdenominasi dolar kurang menarik.
Dari sisi fundamental, struktur pasar minyak juga memberi sinyal pasokan lebih ketat, terlihat dari spread kontrak terdekat yang melebar dalam pola backwardation. Data pemerintah AS turut mendukung sentimen setelah stok minyak mentah turun sekitar 2,3 juta barel minggu lalu, meski kenaikan stok produk olahan membatasi euforia. Pada perdagangan Rabu, WTI Maret berada di sekitar $62,96 per barel, sementara Brent Maret sekitar $68,08 per barel.(alg)
Sumber: Newsmaker.id