Minyak Coba Bangkit, Premi Geopolitik Belum Hilang
Harga minyak bergerak naik tipis pada Jumat (16/1), saat pasar menimbang ulang risiko pasokan meski ancaman serangan AS ke Iran terlihat mereda. Brent menguat tipis ke sekitar US$64,00/barel, sementara WTI naik ke kisaran US$59,36/barel di perdagangan awal sesi Eropa.
Sebelumnya, Brent dan WTI sempat menyentuh level tertinggi beberapa bulan minggu ini setelah protes di Iran memanaskan kembali premi geopolitik. Namun, nada pasar berubah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan penindakan di Teheran mulai mereda—sinyal yang menurunkan peluang aksi militer cepat yang bisa mengganggu produksi atau jalur pengiriman minyak.
Meski tensi Iran agak mendingin, pelaku pasar masih menilai suplai tahun ini berpotensi tetap ketat di beberapa titik. Ini terjadi di tengah perdebatan outlook: OPEC menilai pasar 2026 cenderung seimbang dan permintaan 2027 diproyeksikan naik dengan laju yang mirip tahun ini, tetapi sebagian analis tetap hati-hati karena dinamika produksi global dan permintaan yang tidak sepenuhnya meyakinkan.
Ke depan, arah minyak dalam jangka pendek diperkirakan tetap “terganggu” dua faktor utama: headline geopolitik (Iran dan kawasan) serta data makro yang membentuk ekspektasi permintaan. Artinya, sentimen bisa cepat berubah—dari risk-on ke risk-off—hanya karena satu berita besar. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id