Minyak Stabil Usai Penurunan Tajam, Ini Penyebabnya
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mengalami penurunan terbesar sejak beberapa bulan terakhir. Minyak mentah acuan Amerika, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan sekitar US$59 per barel, sementara Brent berada sedikit di bawah US$64. Penurunan besar ini terjadi setelah pasar mencermati berita geopolitik terbaru.
Penurunan terjadi karena pasar bereaksi terhadap indikasi penundaan rencana serangan militer terhadap Iran oleh Amerika Serikat. Kabar ini meredakan kekhawatiran investor tentang kemungkinan gangguan besar terhadap pasokan minyak global dari Timur Tengah — wilayah yang sangat penting bagi produksi minyak dunia.
Berita tentang pergeseran rencana itu muncul setelah laporan bahwa ketegangan antara AS dan Iran sedikit mereda, sehingga investor mulai mencoret risiko konflik besar yang bisa mengganggu jalur pengiriman minyak seperti Selat Hormuz. Kondisi ini membuat harga minyak yang sempat melonjak kembali turun.
Harga minyak diperkirakan akan berakhir pekan ini dengan sedikit perubahan, meskipun sebelumnya sempat melonjak tajam sejak awal Januari karena kekhawatiran bahwa AS akan menargetkan produsen minyak besar seperti Iran. Selain itu, masalah produksi dari Venezuela dan gangguan terhadap ekspor dari Laut Hitam juga sempat mendorong harga lebih tinggi.
Namun, secara keseluruhan pasar kini berada dalam kondisi hati-hati. Para analis mengatakan bahwa ketegangan geopolitik masih bisa memicu fluktuasi harga, tetapi kekhawatiran besar tentang gangguan pasokan saat ini sedikit mereda. (az)
Sumber: Newsmaker.id