Minyak Anjlok 3% Usai Euforia, Sinyal Trump Soal Iran dan Pasokan Bikin Panik!
Harga minyak dunia turun tajam hampir 3% dalam perdagangan Asia pada Kamis(15/1), menghentikan laju kenaikan selama lima hari berturut‑turut setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal sikap yang lebih terkendali terhadap Iran. Penurunan ini terjadi karena kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak jangka pendek mulai mereda setelah komentar Trump yang menurunkan risiko eskalasi militer. Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Maret turun sekitar 2,8% ke $64,67 per barel, sementara WTI turun sekitar 3% ke $60,22 per barel.
Komentar Trump bahwa otoritas Iran diyakini akan menghentikan kekerasan terhadap pengunjuk rasa membuat pasar merasa risiko konflik langsung semakin kecil, sehingga “premi risiko” yang selama ini mendorong harga melonjak lebih dari 10% dalam beberapa sesi terakhir ikut terhapus. Selain itu, Trump juga menyebutkan pembicaraan positif dengan Venezuela mengenai minyak dan kerja sama lainnya, yang meningkatkan harapan ekspor minyak Venezuela kembali meningkat dan meredam kekhawatiran pasokan global.
Para pedagang juga mencermati data persediaan minyak mentah di AS yang menunjukkan peningkatan stok yang tak terduga pekan lalu. Kenaikan persediaan ini menunjukkan pasokan domestik masih cukup tinggi, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga minyak dan meredam sentimen bullish jangka pendek.
Kombinasi meredanya kekhawatiran geopolitik dan sinyal pasokan yang cukup membuat harga minyak tertekan. Meskipun risiko di kawasan Timur Tengah dan dinamika hubungan AS‑Venezuela tetap menjadi perhatian pasar, koreksi harga ini menunjukkan bahwa pasar minyak masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global.
Anjloknya harga minyak kali ini mengingatkan bahwa pergerakan pasar komoditas bisa sangat cepat berubah, terutama saat berita politik dan geopolitik besar dirilis dalam waktu singkat. Investor kini akan terus memantau perkembangan lebih lanjut di Iran, Venezuela, dan data pasokan global untuk melihat arah harga minyak selanjutnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id