Ketegangan Geopolitik Meningkat, Minyak Naik Drastis!
Harga minyak mengalami kenaikan pada hari Jumat(26/12), dengan Brent diperdagangkan pada $62,30 per barel dan WTI di $58,39 per barel. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat, termasuk blokade AS terhadap pengiriman minyak mentah dari Venezuela dan serangan militer AS terhadap kelompok ISIS di Nigeria. Serangan tersebut dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengutuk penganiayaan terhadap penduduk Kristen oleh militan di Nigeria, yang semakin menambah ketegangan di pasar minyak global.
Selain itu, ada berita positif dari Ukraina, di mana Presiden Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa ia telah melakukan perbincangan yang sangat baik dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengenai upaya untuk mengakhiri invasi Rusia. Ketegangan ini turut memengaruhi sentimen pasar, dengan investor memantau setiap perkembangan terkait konflik dan ketidakpastian yang ada.
Sementara itu, perjanjian ekspor minyak dari Kurdistan akan diperpanjang hingga 31 Maret, dan produksi minyak Rusia diperkirakan akan meningkat sekitar 2% pada 2026, menurut pernyataan dari Wakil Perdana Menteri Rusia. Kabar ini menambah kompleksitas situasi pasokan minyak global, dengan drone-drone Ukraina menyerang pabrik pengolahan gas terbesar Rusia di Orenburg, menambah ketegangan dan ketidakpastian yang mendorong harga minyak lebih tinggi. (az)
Sumber: Newsmaker.id