PHK AS Anjlok di Februari, Sinyal Masih Rapuh
Perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 48.307 pada Februari, turun 55% dari 108.435 pada Januari, menurut data Challenger, Gray & Christmas yang dirilis Kamis (5/3). Dibandingkan Februari tahun lalu, jumlah PHK juga turun 72% dari 172.017.
Secara kumulatif, perusahaan telah mengumumkan 156.742 PHK sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Angka Januari–Februari tersebut merupakan yang terendah sejak 2022, meski masih termasuk salah satu total awal tahun yang relatif tinggi dalam konteks pasca-krisis keuangan global 2009.
Challenger menilai penurunan ini belum tentu berkelanjutan. Andy Challenger, Chief Revenue Officer di Challenger, Gray & Christmas, memperingatkan bahwa kenaikan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik—terutama terkait eskalasi konflik yang melibatkan Iran—dapat mendorong perusahaan mengetatkan belanja dan kembali menambah pengumuman PHK menjelang akhir kuartal I.
Alasan PHK paling sering dikaitkan dengan penutupan toko/unit, kondisi pasar dan ekonomi, serta restrukturisasi korporasi. Faktor adopsi Artificial Intelligence juga disebut dalam sekitar 4.680 PHK yang diumumkan pada Februari.
Di sisi lain, rencana perekrutan tetap lemah. Sepanjang tahun berjalan, perusahaan baru mengumumkan niat merekrut 18.061 pekerja—turun 56% dibanding periode yang sama pada 2025—menunjukkan sikap korporasi yang masih defensif di tengah prospek ekonomi yang belum stabil. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id