Minyak Stabil, Risiko Geopolitik Tumbuhkan Ketidakpastian Pasokan
Harga minyak sedikit berubah pada hari Selasa (23/12) karena potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita oleh Amerika Serikat diimbangi oleh meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan setelah serangan Ukraina terhadap kapal dan dermaga Rusia.
Harga minyak mentah Brent naik 7 sen menjadi $62,14 per barel pada pukul 0959 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4 sen menjadi $58,05.
Harga telah naik lebih dari 2% pada hari Senin, dengan Brent mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam dua bulan dan WTI naik paling banyak sejak 14 November.
"Setelah kenaikan tajam harga minyak pada hari Senin. kelebihan pasokan yang besar menghambat kenaikan lebih lanjut. Dengan penyimpanan terapung pada level tertinggi sejak 2020, potensi kenaikan terlihat terbatas, terutama di pekan liburan yang singkat dengan perdagangan yang tipis," kata analis IG, Axel Rudolph.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS mungkin akan menyimpan atau menjual minyak yang telah disita di lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari langkah-langkah AS yang mencakup "blokade" kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari negara Amerika Selatan tersebut.
Pasar minyak diperkirakan akan tetap memiliki pasokan yang cukup pada paruh pertama tahun 2026, kata Barclays dalam sebuah catatan tertanggal Senin, tetapi bank tersebut menambahkan bahwa surplus minyak akan menyusut menjadi hanya 700.000 barel per hari pada kuartal keempat tahun 2026 dan bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memperketat pasar lebih lanjut.(mrv)
Sumber: Investing.com