Minyak Turun Setelah Lonjakan Tajam!
Harga minyak mengalami sedikit penurunan pada perdagangan Selasa pagi di Asia, setelah mencatatkan kenaikan tajam pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun ketegangan antara AS dan Venezuela serta serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia terus menambah kekhawatiran tentang gangguan pasokan global.
Brent oil futures untuk pengiriman Februari turun 0,1% menjadi $61,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga merosot 0,2% menjadi $57,90 per barel. Perdagangan cenderung lebih sepi menjelang liburan akhir tahun, namun kekhawatiran penurunan permintaan dan potensi kelebihan pasokan tetap menjadi isu utama yang menekan harga minyak tahun ini.
Ketegangan AS-Venezuela tetap menjadi fokus utama, dengan Presiden Donald Trump yang memperketat blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenakan sanksi. Trump mengonfirmasi bahwa AS akan mempertahankan minyak yang disita dari Venezuela, bahkan mungkin menjualnya atau menggunakan minyak tersebut untuk cadangan strategis negara. Venezuela, sebagai negara penghasil minyak terbesar ke-12 di dunia, menjadi titik perhatian utama karena dampak kebijakan AS terhadap ekspor minyaknya, yang sebagian besar dibeli oleh China.
Serangan yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina turut memberi dampak pada harga minyak, dengan Kyiv menyerang terminal minyak Rusia dan pipa minyak. Serangan ini mengancam untuk semakin mengganggu pengiriman minyak Rusia, yang sudah terhambat akibat sanksi AS. Ketegangan ini memperburuk prospek perdamaian yang segera terwujud di Ukraina, yang membuat pasar semakin berhati-hati terhadap risiko lebih lanjut.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, kembali mencuat setelah dilaporkan bahwa Israel berencana untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran. Tes rudal yang dilakukan oleh Teheran menambah ketidakpastian di wilayah penghasil minyak ini, memberikan premium risiko pada harga minyak, meskipun pasar cemas tentang potensi gangguan pasokan lebih lanjut.
Kondisi geopolitik yang semakin memanas memperburuk kekhawatiran pasar, yang sudah menghadapi tekanan dari prospek permintaan yang melambat dan potensi kelebihan pasokan. Meskipun harga minyak mengalami lonjakan setelah ketegangan ini meningkat, volatilitas yang tinggi tetap menyelimuti pasar.
Secara keseluruhan, meskipun ada lonjakan harga pada sesi sebelumnya, pasar minyak cenderung tertekan oleh kekhawatiran tentang ketegangan geopolitik yang berlarut-larut dan kemungkinan gangguan pasokan yang belum terselesaikan. Pasar akan terus memantau perkembangan di Venezuela, Rusia, dan Timur Tengah untuk menilai arah harga minyak ke depannya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id