Minyak Bertahan di Level Terendah, Kenapa Belum Jatuh Lagi?
Harga minyak masih stabil di dekat level terendah hampir dua bulan, karena pasar lebih khawatir soal kelebihan pasokan dibandingkan dampak ketegangan geopolitik. Brent bertahan di sekitar US$61/barel setelah ditutup di level terendah sejak 20 Oktober, sementara WTI masih di bawah US$58/barel.
Tekanan utama datang dari ekspektasi surplus pasokan yang membesar: OPEC+ dan produsen lain terus memompa lebih banyak minyak, sementara pertumbuhan konsumsi dinilai masih lambat. Kondisi ini bikin harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur penurunan tahunan.
Meski begitu, geopolitik ikut menahan kejatuhan lebih dalam lewat “premi risiko”. Ukraina kembali menyerang infrastruktur energi Rusia, Iran mengklaim menyita kapal tanker asing di Teluk Oman, dan AS juga sempat mencegat kapal di lepas pantai Venezuela saat tekanan terhadap rezim Maduro meningkat. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis, sehingga pergerakan harga bisa jadi lebih mudah bergejolak. (az)
Sumber: Newsmaker.id