Emas Menguat Jelang Data Ketenagakerjaan AS
Harga emas naik pada hari Jumat, 10 Januari, tetapi akan mencapai kenaikan mingguan terbaiknya sejak pertengahan November, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump.
Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari naik 0,3% menjadi $2.698,7 per ons pada pukul 10:25 waktu KSA, menuju kenaikan mingguan sebesar 1,7%.
Harga emas spot naik 0,28% menjadi $2.677,39 per ons, sementara harga perak berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,27% menjadi $31,1 per ons. Sementara itu, harga platinum spot turun 0,2% menjadi $955,53 per ons.
Para pedagang memperkirakan bahwa tarif tinggi yang direncanakan presiden terpilih untuk dikenakan pada impor dari beberapa negara dapat memicu kembali inflasi di Amerika Serikat.
Hal ini telah menyebabkan beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve memangkas ekspektasi mereka terhadap jalur kebijakan moneter tahun ini. Pada tanggal 9 Januari, Presiden Bank Sentral Kansas City Jeff Schmid mengatakan bahwa perekonomian masih menghadapi inflasi di atas target 2%.
Perhatian kini beralih ke laporan pekerjaan bulanan AS, yang akan dirilis hari ini. Ekspektasi menunjukkan perekonomian akan menambah 154.000 pekerjaan pada bulan Desember, dibandingkan dengan 227.000 pada bulan November.
Kenaikan harga emas sedikit dibatasi oleh kenaikan 0,1% dalam Indeks Dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, mencapai 109 poin.(yds)
Sumber: Argaam Newswires