Harga Emas Bertahan pada Kenaikan di Tengah Pergeseran Kebijakan Fed
Harga emas menguat dari kenaikan semalam dari area $2.615-2.614 dan memperoleh beberapa daya tarik positif selama sesi Asia pada hari Selasa (7/1), meskipun tidak ada tindak lanjut. Harapan bahwa tarif yang diusulkan Presiden terpilih AS Donald Trump dan kebijakan proteksionis dapat memicu kembali inflasi tampaknya menguntungkan status komoditas tersebut sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga. Selain itu, risiko geopolitik yang berasal dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan ketegangan di Timur Tengah mendorong beberapa aliran aset safe haven menuju logam mulia.
Meski demikian, sinyal agresif Federal Reserve (Fed) bahwa mereka akan memperlambat laju penurunan suku bunga pada tahun 2025, yang tetap mendukung imbal hasil obligasi Treasury AS yang tinggi, bertindak sebagai penghambat bagi harga Emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, munculnya beberapa pembelian Dolar AS (USD) saat turun berkontribusi untuk membatasi kenaikan logam kuning tersebut. Pedagang juga tampak enggan menempatkan taruhan arah yang agresif menjelang rilis risalah rapat FOMC minggu ini dan laporan penting Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Rabu dan Jumat.(ayu)
Sumber: FXStreet