Emas Menuju Penurunan Terbesar dalam 3 Tahun Terakhir
Harga emas berada di jalur penurunan mingguan terbesarnya dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (15/11) karena ekspektasi pemangkasan suku bunga yang tidak terlalu agresif oleh Federal Reserve AS mengangkat dolar, sehingga mengurangi daya tarik emas batangan di kalangan para pelaku pasar.
Harga emas spot turun 0,1% menjadi $2.565,49 per ons pada pukul 01:44 siang waktu timur AS (18.42 GMT). Harga telah turun lebih dari 4% sejauh pekan ini, menyentuh level terendah sejak 12 September pada hari Kamis.
Harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah pada $2.570,10.
Dolar bersiap untuk kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari sebulan, yang membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS memperpanjang kenaikan setelah data menunjukkan penjualan ritel di ekonomi terbesar dunia naik lebih dari yang diharapkan bulan lalu. Para ekonom meyakini rencana tarif Presiden terpilih Donald Trump akan memicu inflasi, yang berpotensi memperlambat siklus pelonggaran suku bunga The Fed.
Berbicara pada hari Kamis, ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga.
Pasar kini melihat peluang 62% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, turun dari 83% sehari sebelumnya, menurut alat CME Fedwatch.(yds)
Sumber: Reuters