ECI AS Lebih Panas, Emas Langsung Tertekan
Harga emas melanjutkan penurunan setelah Amerika Serikat merilis Employment Cost Index atau ECI kuartal kedua sebesar 0,9%, lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 0,8% dan sama dengan periode sebelumnya. Hasil tersebut menunjukkan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membayar tenaga kerja belum mengalami perlambatan seperti yang diharapkan.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan total biaya kompensasi pekerja sipil tumbuh 0,9% selama tiga bulan hingga Juni 2026. Upah dan gaji meningkat 0,9%, sedangkan biaya tunjangan naik 1%. Secara tahunan, biaya kompensasi tumbuh 3,4%, dengan upah dan gaji naik 3,2% serta tunjangan meningkat 3,8%.
Data tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi, khususnya pada sektor jasa, masih sulit mereda. Biaya tenaga kerja yang tinggi dapat mendorong perusahaan mempertahankan harga jual untuk melindungi margin keuntungan. Kondisi ini memperkuat kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau kembali menaikkannya apabila data inflasi berikutnya tetap panas.
Menurut analisis Newsmaker, rilis ECI memperbesar tekanan yang sebelumnya sudah membayangi emas akibat pemulihan dolar dan tingginya yield obligasi AS. Sebelum data dirilis, emas telah melemah lebih dari 1% karena indeks dolar kembali naik dan pasar masih mengantisipasi suku bunga AS yang tetap tinggi. ECI yang melampaui perkiraan kemudian memberikan tambahan alasan bagi pelaku pasar untuk mengurangi posisi pada emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dampak terhadap Market :
Emas: Cenderung tertekan karena ekspektasi suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia.
Dolar AS: Berpotensi melanjutkan penguatan karena data memperkuat peluang kebijakan The Fed yang lebih hawkish.
Yield obligasi AS: Berpeluang meningkat karena investor menyesuaikan ekspektasi suku bunga dan inflasi.
Inflasi: Data menunjukkan tekanan biaya tenaga kerja belum mendingin, sehingga proses penurunan inflasi berisiko berlangsung lebih lambat.
Saham AS: Berpotensi tertekan, terutama saham teknologi dan perusahaan yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Kesimpulan: ECI sebesar 0,9% merupakan sentimen negatif bagi emas dan positif bagi dolar dalam jangka pendek. Namun, emas masih dapat melakukan rebound apabila dolar dan yield gagal melanjutkan kenaikan atau ketegangan geopolitik kembali meningkatkan permintaan safe haven.(CP)