Emas Tembus US$4.100, The Fed Tahan Suku Bunga
Harga emas menguat setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Logam mulia naik hingga 0,8% dan sempat menyentuh level US$4.100 per troy ounce, setelah sebelumnya menguat 0,9% pada perdagangan Rabu.
Keputusan The Fed diambil melalui pemungutan suara 9 banding 3 untuk menahan suku bunga. Namun, adanya tiga pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga menunjukkan bahwa sebagian pembuat kebijakan mulai melihat perlunya biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk menekan risiko inflasi.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga tidak berarti bank sentral diam terhadap inflasi. Ia mengatakan, jika inflasi tetap tinggi dalam proyeksi periode, suku bunga masih dapat menjadi bagian dari solusi kebijakan.
Emas masih turun lebih dari seperlima sejak perang AS-Iran dimulai lebih dari lima bulan yang lalu. Tekanan datang dari harga energi yang tinggi, kekhawatiran inflasi, dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Meski begitu, emas mampu bertahan di dekat support penting US$4.000 sejak akhir Juni, dibantu aksi beli saat harga turun.
Dari sisi dampak pasar, keputusan The Fed menahan suku bunga memberi ruang rebound bagi emas, terutama karena dolar AS melemah. Emas spot tercatat naik 0,6% menjadi US$4.091,40 per troy ounce, sementara perak melonjak 1,1% menjadi US$58,37. Namun, level US$4.200 menjadi area kunci berikutnya. Jika emas mampu menembus level tersebut, peluang penguatan lanjutan terbuka, namun konflik Timur Tengah dan risiko inflasi masih bisa membuat pergerakan XAU/USD tetap fluktuatif. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id