Emas Turun Saat Serangan di Teluk Angkat Dolar
Harga emas melemah pada Selasa (26/5) pasca serangan militer di kawasan Teluk Persia meredupkan harapan kesepakatan damai AS–Iran dan menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa inflasi yang bertahan dapat membuat suku bunga tinggi lebih lama. Bullion sempat turun hingga 1,9% seiring dolar menguat.
Pada 15:48 di New York, emas spot turun 1,4% ke $4.506,48 per ounce. Perak turun 1,5% ke $76,92, sementara platinum dan palladium juga melemah. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1%, menambah tekanan bagi emas dalam sesi tersebut.
Bentrokan AS dan Iran terjadi di sekitar Selat Hormuz, menegaskan tensi operasional masih tinggi meski kedua pihak menyampaikan progres menuju kesepakatan sementara. Harga minyak tetap volatil mengikuti perkembangan Timur Tengah, dengan Brent kembali menembus US$100 per barel setelah sempat jatuh lebih dari 7% pada Senin.
Eskalasi terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali selat masih berjalan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan negosiasi kemungkinan memerlukan beberapa hari, menegaskan jalur diplomasi belum menghasilkan kepastian cepat.
Dari sisi transmisi fundamental, kenaikan energi berisiko menahan proses disinflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter “higher for longer”. Ini menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. TD Securities menilai harapan deal AS–Iran sempat memberi dukungan, namun situasi tetap rapuh, sementara pelaku tren masih cenderung berada di sisi jual.
Emas telah turun lebih dari 14% sejak konflik pecah pada akhir Februari, ketika lonjakan energi mendorong pasar menaikkan taruhan kenaikan suku bunga. World Gold Council menilai pemulihan emas yang berkelanjutan membutuhkan pelepasan korelasi dengan aset berisiko, dan peluang pemulihan lebih solid cenderung muncul menjelang akhir tahun karena normalisasi keseimbangan energi membutuhkan waktu bahkan jika konflik mereda.(yds)
Sumber: Newsmaker.id