Emas Tertekan, Pasar Kembali Hitung Skenario “Higher for Longer”
Harga emas (XAU/USD) melemah pada Selasa (26/5), terseret penguatan dolar dan rebound harga minyak setelah serangan militer AS di Iran selatan memudarkan optimisme penyelesaian cepat konflik Timur Tengah. Pada saat penulisan, XAU/USD berada di sekitar US$4.523 per troy ounce.
Tekanan datang dari kombinasi dua kanal utama: dolar yang lebih kuat dan minyak yang kembali naik. Dolar cenderung menekan emas karena membuat bullion lebih mahal bagi pembeli non-AS, sementara minyak yang menguat menjaga risiko inflasi energi tetap relevan, sehingga pasar kembali mempertimbangkan skenario suku bunga “higher for longer” yang biasanya tidak ramah untuk aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Di sisi geopolitik, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan bersifat defensif, tetapi eskalasi terbatas tetap meningkatkan ketidakpastian di sekitar Hormuz. Dampaknya terhadap emas menjadi tidak simetris: ketegangan dapat menaikkan permintaan safe haven, namun jika pada saat yang sama minyak naik dan dolar menguat, dukungan safe haven sering tertahan oleh kanal inflasi dan suku bunga.
Fokus pemantauan berikutnya: perkembangan negosiasi AS–Iran dan keamanan pelayaran Hormuz, arah minyak (apakah rebound berlanjut), pergerakan indeks dolar, serta data inflasi AS yang membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id